theohaga

fenomenologi pilpres 2009

In bhinneka rasa on 14 July 2009 at 5:04 am

Faktanya:
-perubahan tidak bisa dicapai dalam waktu singkat dan tidak hanya melalui iklan saja
-karakter masyarakat indonesia yang lebih bertenggang rasa berbeda dengan masyarakat negara barat yang senang debat. Jadi, debat presiden bukan ajang yang tepat bagi pilpres RI
-capres yang berpikir beyond the politics, memenangkan hati rakyat; capres yang berpikir untuk politik, memenangkan hati koalisinya.
-peran petinggi pantai makin berkurang, bias, bisa bertentangan dengan suara rakyat, dan bisa dikalahkan dengan kharisma capres yang baik
-kekuatan dan kelemahan para capres akan menjadi contoh legendaris kemenangan mutlak capres. Skema ini akan terus ditiru dalam jangka waktu yang lama
-penurunan suara-suara Golkar dan PDIP adalah hukuman atas kesalahan mendasar dari para elitenya, yang tidak diatasi, malah dicari pembenarannya.
-kemenangan SBY adalah kemenangan holistik dan di segala lini. Basis kedaerahan, kepentingan golongan dan koalisi sesaat semakin tidak diminati masyarakat
-kesantunan dalam debat masih lebih penting daripada pendapat kritis sekalipun
-kedamaian masih lebih penting daripada kesejahteraan
-capres yang berani memilih wakil yang apolitis adalah capres yang berani menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan koalisi partai politik
Atau….cem mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: