theohaga

Patokan Infrastruktur

In bhinneka rasa on 20 January 2012 at 7:02 pm

– jalan setapak – hanya beton =rp 200rb/m2 (t=15cm)
– perkerasan jalan =rp 123rb/m2 ~ rp369rb/m’
(Galian 20cm, batu kosong 15cm, pasir 5cm)
– jalan setapak =Rp511 s/d. 570rb/m’ (lebar 3m)
– rel KA = rp18-30jt/m’
– KA layang/MRT = rp143jt/m’
– jalan layang = rp200-500jt/m’ (2 arah x 3 jalur)

In bhinneka rasa on 10 January 2012 at 2:48 pm

UKURAN MINIMAL PEMBANGUNAN GUDANG, FASILITAS DAN PERALATAN PENUNJANGNYA BERDASARKAN ALOKASI DAK BIDANG SARANA PERDAGANGAN

Ukuran Sesuai Alokasi Dana

No        Nama Bangunan
Rp.         Rp.           Rp.          Rp.           Rp.         Rp.
< 4 M    4 s/d 4.5 M   4,5 S/d 5 M  5 s/d 5,5 M   5,5 s/d 6 M    > 6 M
1   Gudang dengan luas

700 m2      700 m2        850 m2       1000 m2      1200 m2 1400 m2

2   Kantor dengan luas

54 m2       54 m2        54 m2         54 m2        54 m2       54 m2

3   Rumah Penjaga Gudang dengan luas

36 m2       36 m2        36 m2         36 m2        36 m2       36 m2

4   Toliet Buruh dengan luas

13 m2       13 m2         13 m2        13 m2         13 m2       13 m2

5   Gardu Jaga dengan luas

9 m2        9 m2         9 m2          9 m2         9 m2        9 m2

6   Pagar dengan luas

750 m2      1000 m2      1500 m2       2000 m2      2500 m2 3000 m2
7 Sarana Jalan dan Area Parkir dengan luas

600 m2      600 m2        600 m2       600 m2        600 m2      600 m2

8 Rumah Genset dengan luas

10 m2       10 m2         10 m2        10 m2         10 m2       10 m

9   Lantai Jemur dengan luas

250 m2      250 m2        250 m2       250 m2        250 m2      250 m2

10 Rumah Mesin Pengering (Dryer) dengan luas

100 m2      120 m2       120 m2       240 m2        240 m2      240 m2

11 Mesin Pengering (Dryer) Kapasitas

7.5 ton     10 ton        10 ton       20 ton       20 ton      20 ton

12   Luas Tanah

3000 m2 3500 m2      4000 m2       4500 m2      5000 m2 5500 m2

In bhinneka rasa on 5 January 2012 at 6:26 pm

Contoh Kasus:Pembangunan MCK SLBM
Bentuk Pelaksanaan: Swakelola
Sumber Dana: Dana Perimbangan – Dana Alokasi Umum (DAU)

MCK SLBM adalah sarana Mandi Cuci Kakus Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat. Pembangunan sarana ini dilakukan oleh secara swakelola oleh masyarakat yang berasal dari Dana Perimbangan yang berbentuk Dana Alokasi Umum (DAU); DAU ini 100 % dialokasikan untuk pembangunan sarana dan manajemennya. Dinas terkait menyediakan dana pendamping untuk pengawasan kegiatan itu.
Kegiatannya antara lain berupa: pembentukan manajemen yang diambil dari unsur masyarakat, penentuan fasilitator, sosialisasi di tingkat desa/ kelurahan, pembuatan gambar rencana, anggaran dan kontrak. Penghubung dari masyarakat adalah fasilitator teknis dan penghubung dari dinas terkait adalah fasilitator kota. Fasilitator teknis bertugas untuk menjamin bahwa pelaksanaan proyek ini berlangsung sesuai perencanaan. Berdasarkan laporan progres, usulan pengerjaan sub-kegiatan, yang disusun oleh manajemen proyek, manajemen dan fasilitator kota bersama-sama mencairkan dana ke bank. Hasil penggunaan dana ini dilaporkan dalam bentuk laporan progres sebagai syarat pencairan dana tahap berikutnya.
Kegiatan Swakelola ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas belanja dana pemerintah, sehingga manfaatnya dapat dinikmati sebesar-besarnya oleh masyarakat.